Vaksinasi pasif untuk Molite Aromonad Septicemia

Gurame (Osphronemus gouramy) merupakan jenis ikan konsumsi air tawar yang secara fisik dikenali dari bentuk badan yang pipih lebar, bagian punggung berwarna merah sawo dan bagian perut berwarna kekuning-kuningan/keperak-perakan. Ikan gurami merupakan keluarga Anabantidae, dan genus Osphronemus (Anonimus 2006). Salah satu penyakit mematikan pada ikan gurame adalah Motile Aeromonad Septicaemia (MAS) atau penyakit bercak merah, yang angka kematiannya dapat mencapai 80-100% dalam waktu singkat (1-2 minggu) (Kamiso 1993). Penyakit ini disebabkan oleh bakteri A. hydrophila yang merupakan bakteri gram negatif, batang pendek, kadang-kadang kokobasilus, ukuran 0,7-0,8 x 1,0 x 1,5 µm, motil dengan satu polar flagela (Kabata 1985). A. hydrophila sulit dikendalikan kerena hampir selalu ada di air dan dapat menjadi resisten terhadap obat-obatan (Kamiso 1993). Untuk mengatasi penyakit ini dapat dilakukan dengan cara vaksinasi atau imunisasi. Adapun cara aplikasi vaksin dapat dilakukan secara intra peritoneal, intra muskular dan peroral (Anderson 1974), serta pencelupan (Lamers et al. 1985). Pemberian secara peroral relatif lebih mudah dilakukan dan tidak menyakiti ikan seperti pada pemberian secara intra peritoneal dan intra muscular. Percobaan vaksinasi peroral pada ikan memberi hasil 25% ikan yang diberi vaksin dan 75% ikan kontrol mati setelah dilakukan uji tantang (Anderson 1974).

Pada perkembangan vaksinasi selanjutnya menyebutkan bahwa terapi imunisasi pasif yang diberikan secara oral membutuhkan antibodi dengan beberapa persyaratan terutama yang diaplikasikan bersama makanan atau obat-obatan, misalnya stabil terhadap panas, pH, dan enzim pencernaan. Kuning telur ayam merupakan sumber antibodi yaitu imunoglobulin Y (Ig-Y) dalam jumlah berlimpah serta memiliki kemudahan dalam pengumpulan telur serta pemrosesan kuning telur yang non invasif, tidak menyakiti hewan dan efisien. Penggunaan Ig-Y sistemik dengan pemberian secara peroral pernah dilakukan oleh Coleman (2000). Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa pemberian Ig-Y anti Staphylococcus aureus dan Streptococcus agalactiae melalui pakan sapi yang mendertita mastitis dapat menurunkan jumlah sel somatis dalam susu dan terlindungi dari infeksi kedua bakteri tersebut, meskipun tidak melindungi dari infeksi bakteri lain yang dapat menyebabkan mastitis (Rawendra 2005). Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian tentang penggunaan Ig-Y anti A. hydrophila sebagai imunisasi pasif untuk mengatasi kejadian penyakit Motile Aeromonas Septicaemia (MAS) atau penyakit bercak merah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s