Postulat Koch dan Postulat River

Postulat koch berkembang pada abad ke-19 sebagai panduan umum untuk mengidentifikasi agen patogen yang dapat diisolasikan dengan teknik tertentu. Usaha untuk menjalankan Postulat koch semakin kuat saat mendiagnosis penyakit yang disebabkan virus pada akhir abad ke-19. Walau pada masa tersebut virus belum dapat diisolasi dalam kultur. Hal ini merintangi perkembangan awal dari virologi. Kini, beberapa agen patogen dapat diterima sebagai penyebab suatu penyakit walaupun tidak memenuhi semua isi postulat. Oleh karena itu, dalam penegakkan diagnosis mikrobiologis tidak diperlukan pemenuhan keseluruhan postulat.

Dalam menguji kebenaran akan keberadaan suatu organisme sebagai penyebab penyakit maka Postulat koch mengatakan bahwa suatu agen penyakit harus dapat: 1) ditemukan dalam seluruh kasus penyakit yang diperiksa; 2) diisolasi dan tumbuhkan dalam kultur murni; 3) menyebabkan gejala sakit yang sama bila kultur murni diinokulasikan pada hewan coba dan peka; dan 4) diisolasi kembali dari hewan terinokulasi dan di kultur lagi.

Selain Postulat Koch, River turut mengembangkan penelitian tentang virus. Adapun metode dari River dikenal dengan Postulat River, yang berbunyi bahwa agen virus harus: 1) ditemukan dalam cairan tubuh sewaktu sakit atau dari sel yang menunjukkan lesio spesifik; 2) diperoleh dari hewan terinfeksi dapat menginfeksi hewan ercobaan dalam bentuk antibodi terhadap virus tertentu; dan 3) yang diisolasi dari hewan percobaan harus dapat ditularkan ke hewan peka lainnya.

 

About these ads

One response to “Postulat Koch dan Postulat River

  1. thanks 4 ur writing

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s